Renungan untuk Anak

Posted: 23 September 2012 in Other, Uncategorized
Tag:,

Tuhan, ku ucap rasa syukur dan terima kasihku pada-Mu. Terima kasih, engkau telah memberikanku nikmat yang tiada habisnya hingga ku mampu merasakan apapun yang mungkin tidak pernah aku rasakan bila kau tak berkehendak. Tuhan, terima kasih kau telah berikan kehidupan padaku hingga aku mengerti akan keagunganmu.

Ya Allah YaTuhanku, sungguh nikmat-Mu adalah yang tiada taranya bagiku. Terima kasih, sudah mengirimkan dua malaikat terindah untukku. Tanpa mereka, mungkin aku tak akan bisa bertahan hingga kini. Tanpa mereka, mungkin tak akan ada lagi semangat itu.

Masih kuingat, betapa dengan penuh sabarnya mereka merawatku dari waktu bayi hingga kini aku beranjak dewasa. Masih lekat dalam ingatanku, betapa sayangnya mereka padaku. Mereka adalah orang pertama yang selalu ada buatku. Di saat aku menangis, mereka berusaha menenangkanku. Di saat aku belajar berjalan dan aku jatuh, mereka yang pertama menolongku. Di saat aku sakit, merekalah orang yang paling panik dan khawatir akan keadaanku. Masih ku ingat, ketika akan tidur mereka selalu membacakan sebuah cerita untukku. Yah, tentu saja agar aku merasa nyaman dan bermimpi indah di kala tidurku. Mereka yang mendekapku di saat aku terlelap.

Hingga kini, saat ku mulai beranjak remaja. Mereka masih tetap setia menyayangiku. Membimbingku, mengajariku, merawatku dengan sepenuh hati mereka. Tak peduli usia mereka, tak peduli lagi rasa lelah dan letih yang selalu mereka rasakan. Guratan usia di wajahnya tak menjadi penghalang baginya untuk tetap merawat dan mendidikku dengan penuh kesabaran. Tapi, Tuhan, apa balasanku pada mereka? Aku malah membantah mereka. Tak pernah mendengar nasehat mereka. Selalu merepotkan mereka bahkan terkadang membuat mereka sedih dan kecewa.

Di kala sepi ini. Aku baru menyadari betapa sudah terlalu banyak hal yang mereka perbuat demi aku, demi adikku, demi anak-anaknya. Sedangkan aku? Tidak satupun hal yang bisa aku perbuat untuk mereka saat ini. Maafkan aku, ayah, ibuu. Maafkan aku belum bisa jadi yang terbaik untuk kalian. Maafkan aku yang hanya menyusahkan kalian. Maafkan semua sikapku.

Ya Allah YaTuhanku, ku mohon jangan ambil mereka dariku. Aku membutuhkan mereka, aku sungguh menyayangi mereka. Aku masih ingin tumbuh dewasa dengan di temani mereka. Aku ingin membahagiakan mereka, Tuhan.

Aku tau jika ini semua tak akan abadi, namun jika kau mengijinkan, aku rela jika nyawaku yang jadi penebus nyawa mereka nantinya. Aku rela, Tuhan, jika dosa-dosa mereka di tebus dengan pahalaku. Jika memang itu tak bisa. Aku mohon, berikan mereka tempat yang layak nantinya. Hapus segala dosa-dosa mereka, tuhan. pertemukan kembali aku dengan mereka di surgamu.

“Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo”

Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di saat aku kecil.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s